Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ibrani/bahasa

Mari Baca ...

Infografis Kekaisaran Mughal: Kebangkitan, Kejayaan, dan Keruntuhan Kekaisaran Mughal Kebangkitan, Kejayaan, dan Keruntuhan Dinasti Terbesar di India 331 Tahun Berkuasa 24.4% Manufaktur Global (1700) Selama lebih dari tiga abad, Kekaisaran Mughal membentuk lanskap politik, budaya, dan arsitektur di anak benua India. Infografis ini menelusuri perjalanan dinasti dari pendiriannya yang inovatif, melalui masa kejayaan yang gemilang, hingga faktor-faktor yang menyebabkan kemundurannya yang tak terhindarkan. Linimasa Penguasa Utama Mughal ...

Kaedah XIII

Kaedah XIII : Huruf-Huruf yang Ditambahkan (אוֹתִיּוֹת הַשּׁמּוּשׁ) Di antara 22 abjad Ibrani yang menjadi kekayaan linguistik bagi Bahasa Ibrani terdapat 11 huruf yang mempunyai tugas lain. Huruf-huruf tersebut masuk dalam suatu kata dasar untuk memberikan indikasi yang lain seperti kata ganti, konjugasi kata kerja, penunjuk waktu, perubahan dalam suatu indikasi, dan lain-lain. Oleh karena itulah, huruf-huruf ini dinamakan huruf-huruf tambahan, yaitu : א ב ה ו י כ ל מ נ ש ת ב כ ל ם Huruf-huruf yang empat ini masuk dalam kata benda dan kata kerja, untuk memberikan indikasi yang bermacam-macam (seperti : indikasi implisit, waktu, contoh, menunjukkan kepada suatu tujuan, menunjukkan waktu dan tempat, dan hal-hal yang serupa dengan itu). Contohnya : בְּ לֶכְתְּךָ בַּ דֶּרֵךְ (dengan kepergianmu di jalan tersebut) חָכָם כִּ שְׁלֹמֹה (Hakim seperti Sulaiman) לִ שְׁמֹר (untuk atau agar menjaga) מִ פֹּה (dari sini) מִ קָּרוֹב (sebentar lagi) ו׳ הַחִבּוּר (Vav penghubung) Huruf vav datang untuk m...

Kaedah VIII - XII

Kaedah VIII : Memanjangkan (Meninggikan) Suara (הַטַּעַם / הַנְּגִינָה) Dalam Bahasa Ibrani ada kata yang memiliki dua suku kata atau lebih. Satu suku kata di setiap kata dipanjangkan dan ditekan dengan gambaran yang diamati dari suku kata yang lain. Hal itu dilakukan dengan memanjangkan sedikit suku kata ini dan meng-"khatuf" suku kata yang lain. Misal dalam kata אֶרֶץ (bumi), dipanjangkan/ditinggikan sedikit suara di suku kata אֶ, dan pada kata יִשְׂרָאֵל (Israel), dipanjangkan/ditinggikan sedikit suara di suku kata אֶל.  Posisi pemanjangan/meninggikan sedikit suara dalam Bahasa Ibrani bisa di suku kata yang terakhir, ini disebut dengan מִלְּרַע (מִלְּמַטָּה). Bisa juga posisinya di suku kata sebelum akhir, disebut dengan  מִלְּעֵיל (מִלְּמַעְלָה).  Kebanyakan kata dalam Bahasa Ibrani dipanjangkan/ditinggikan sedikit suara di suku kata terakhir.

Kaedah VI - VII

Kaedah VI : Penekanan (Dagesy/Syiddah) Berat, Ringan, dan Mappik (דְּגֵשִׁים חָזָק, קַל, מַפִּיק) Sebuah titik dapat diletakkan di dalam setiap huruf Ibrani kecuali huruf א ה ח ע ר. Titik ini dinamakan dengan penekanan, kita gunakan saja di sini istilah dagesy . Dagesy terbagi menjadi tiga macam : A. Dagesy Berat (דָּגֵשׁ חָזָק - כַּפְלָן) Dagesy Khazak - Kaflan ini merupakan istilah untuk dagesy yang diletakkan pada suatu huruf untuk menunjukkan bahwa huruf tersebut didouble. Sehingga mesti dituturkan dengan penekanan. Contohnya :  מַלָּח dibaca מַלְ-לָח (pelaut) קִצּוּב dibaca קִצְ-צוּב (pengkhususan) Dagesy berat juga disebut dagesy yang didoublekan. Dagesy berat terkadang menunjukkan adanya huruf yang dihapus atau dihilangkan sebelumnya, oleh karena itu penuturannya didoublekan. Hal tersebut merupakan "kompensasi" dari huruf yang dihapus atau dihilangkan tersebut. Contohnya : אֶקַּח asalnya אֶלְקַח (aku akan mengambil) מִשָּם asalnya מִן שָׁם (dari sana) מַסָּע asalnya מָנְ...

Kaedah IV - V

Kaedah IV : Penanda Vokal (הַתְּנוּעוֹת) Huruf-huruf mad sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya memang memudahkan dalam membaca, tetapi digagasnya tanda-tanda diakritik atau penanda vokal (tasykil) menghantarkan kepada akurasi yang sempurna dalam memberikan tanda vokal pada huruf.  Pada masa lampau, sudah ada sejumlah cara yang digunakan untuk memberikan tanda vokal (abad ke-6 atau ke-7 M). Adapun penanda vokal yang digunakan sekarang digagas oleh para ilmuan Tiberias, dan disebut dengan penanda vokal atau Vokalisasi Tiberias (Palestina). Para ilmuan Tiberias menetapkan 10 tanda vokal. Dari segi macamnya terbagi menjadi lima, dari segi ukuran panjang atau pendeknya terbagi menjadi tiga. Vokal Panjang A - Kamats Gadol (אָ)  E - Tsere (אֵ) I - Hirik Gadol (אִי) O - Holam (וֹ) U - Syuruk (וּ) Vokal Pendek A - Patakh (אַ) E - Segol (אֶ) I - Hirik Katan (אִ) O - Kamats Katan (אָ) U - Kubuts (אֻ) Vokal Khatuf Khatuf Patakh (אֲ) Khatuf Segol (אֱ) Khatuf Kamats (אֳ) Seluruh huruf...

Kaedah Tambahan

Kaedah Tambahan : Catatan Mengenai Abjad Ibrani Yahudi Yaman menjaga karakteristik penuturan yang benar. Mereka menuturkan גּ seperti huruf al-jīm al-mu'aththasyah dalam Bahasa Arab, atau G Bahasa Inggris. ג dituturkan seperti huruf غ dalam Bahasa Arab. Yahudi Yaman dan Irak membedakan dalam penuturan antara דּ dengan ד (seperti דְּז). Mereka menuturkan ד seperti huruf ذ dalam Bahasa Arab. Yahudi Yaman dan sebagian Yahudi Sefardi , serta  Yahudi Mizrakhi menuturkan ו seperti huruf و dalam Bahasa Arab. Sementara mayoritas penutur modern Bahasa Ibrani menuturkan huruf ו seperti ב (huruf V dalam Bahasa Inggris). Yahudi Sefardi, Yahudi Yaman, dan Yahudi Mizrakhi menuturkan ח seperti huruf ح dalam Bahasa Arab. Ini merupakan penuturan yang dijadikan sandaran oleh Akademi Bahasa Ibrani . Barangkali dalam bahasa aslinya ada dua penuturan huruf ח, seperti penuturan Yahudi Asykenazi dan Amiyyah sebagaimana yang terjadi ketika menuturkan huruf כ. Hanya Yahudi Mizrakhi yang menuturkan ט / ط...

Kaedah I - III

Kaedah I : Abjad Bahasa Ibrani Bahasa Ibrani memiliki 22 huruf dasar yang mencerminkan suara asli. Dalam Bahasa Ibrani modern ada sejumlah tanda yang ditambahkan kepada huruf-huruf yang ada, untuk menunjukkan suara asing yang tak terdapat dalam Bahasa Ibrani.